7 Terapi Hati untuk Memulihkan Kesehatan Korban Pelecehan Seksual


OKEDOK.co.id - Selain mengalami gangguan psikis, korban pelecehan seksual bisa juga mengalami trauma berkepanjangan dalam kehidupan sosial. Seperti pada kasus video pelecehan seksual yang baru-baru ini terjadi, seorang pasien mengalami trauma karena pelecehan seksual yang dilakukan perawat rumah sakit.

Berdasarkan Psikolog Klinis, pelecehan seksual yang dilakukan oleh perawat yang telah puluhan tahun bekerja di rumah sakit sangat berat untuk diterima korban khusunya untuk pasien lainnya. Namun, tidak lantas korban untuk berdiam diri. Kamu harus memberikan dukungan dan dorongan agar korban berusaha semaksimal mungkin untuk menjalani kehidupan normal seperti sedia kala.

Berikut ini 7 terapi hati untuk memulihkan kesehatan korban pelecehan seksual.


1.    Jangan Menyalahkan Diri Sendiri


Menyalahkan peristiwa yang terjadi dan diri sendiri dapat memperburuk kepercayaan diri korban dikemudian hari. Untuk itu tak baik jika korban terus menyalahkan peristiwa nahas yang dialaminya.

2.    Pilih Orang yang Tepat untuk Curhat 
 

Meskipun sulit untuk diceritakan kepada orang lain karena alasan malu aibnya tersebar luas, korban harus berani untuk menceritakan dan mengekspresikan perasaan agar nyaman dan merasa dihargai. Namun tidak semua orang berhak untuk mendengarkan kisah pilu korban, hanya orang yang tepat yang memang bisa mendengarkan aktif dan dapat memperbaiki suasana hati korban.

3.    Melapor kepada Pihak yang Berwajib



Proses hukum terhadap pelaku pelecehan seksual bertujuan agar pelaku mendapat efek jera dan bertanggungjawab atas apa yang telah dilakukannya. Selain itu tindakan pelaporan kepada pihak berwajib akan memperbaiki suasana hati korban meskipun hanya sedikit.

4.    Menciptakan Suasana yang Nyaman


Melakukan aktivitas seperti biasa dengan percakapan yang biasa dilakukan sehari-hari akan membuat hati kembali adem dan nyaman. Suasana nyaman diperlukan agar korban dapat berpikir jernih sehingga proses pemulihan dapat berlangsung dengan baik.

5.    Jangan Terus Membicarakan Pelecehan Tersebut



Jangan membiarkan korban sendirian dan mengungkit kejadian pahit yang dialami korban. Bila itu terjadi akan memperburuk suasana hati korban dan menghambat pemulihan.

6.    Memberikan Edukasi terhadap Keluarga Korban


Edukasi terhadap keluarga korban sangat penting dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan dukungan yang positif pada masa masa pemulihan korban pelecehan seksual.

7.    Melakukan Konseling dengan Psikolog


Psikolog mempunyai keahlian dan pengetahuan yang lebih untuk menangani korban pelecehan seksual, sehingga korban mendapatkan terapi  sesuai dengan keadaanya dan dilakukan dengan benar. Selain itu, pemulihan akan semakin cepat.