5 Fakta Menarik yang Wajib Kamu Ketahui Agar tak Tertular Hepatitis C

Hepatitis C merupakan salah satu masalah kesehatan cukup serius di Indonesia yang sampai kini masih coba ditanggulangi bersama oleh pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat.
Padatahun 2007,penderita Hepatitis C di Indonesia berjumlahhampir 5 jutajiwa, atausekitar 2,2 persendaripopulasisaatitudandalam usiaproduktif.

Berikut ini 5 fakta menarik yang wajib kamu ketahui agar tak tertular Hepatitis C.

1.    Apa sih hepatitis C itu?
Hepatitis C adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan infeksi virus Hepatitis C (VHC). Virus dapat menyebabkan hepatitis akut dan kronis, yang berkisar dari derajat ringan hingga kronik. Derajat ringan biasanya hanya berlangsung beberapa minggu.

2.    Bagaimana hepatitis C bisa menular? 


Dilansir dari Pembina Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dr Rino Alvani Gani, SpPD, KGEH, penularan virus umumnya melalui media darah dan cairan tubuh yang terinfeksi virus Hepatitis C.Selain itu, transplantasi organ yang terinfeksi, perilaku seksual yang tidak aman, pembuatan tato juga bisa menjadi metode penularan virus.

3.    Siapa saja yang paling berisiko tertular?
Mereka yang paling berisiko adalah para pengguna narkoba suntik, pasien yang menjalani perawatan kesehatan tapi tidak aman seperti cuci darah, dan tranfusi darah tanpa skrining.

4.    Apa saja gejala seseorang yang terpapar hepatitis C?
Tidaksepertikebanyakanpenyakitlain, seorang yang terinfeksi virus Hepatitis Ccenderungtakmenunjukkangejala di awal-awal, sehinggapasienkebanyakantakmerasa kaluaterinfeksi virus Hepatitis C.

Berdasarkan data Pembina Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), terdapat 20 persen orang merasakangejalanya.Di antaranyaadalahsepertiletih, malaise, dantidakmaumakan. Khususnyapada 80 persen penderita yang merasakan gejala,pengobatan menjadi sulit karena sudah adasirosis pengerasan hati.Perkembangan dari kondisi normal menjadi penyakit hati lanjut, perluwaktu 25-30 tahun.

5.    Apa saja faktor pemicu dan bagaimana cara pengobatannya?
Faktor pemicu yang meningkatkan risiko kronisitas meliputi jenis kelamin laki-laki, berusia di atas 25 tahun saat mengalami infeksi, mereka yang tak merasakan gejala, konsumsi alkohol, obesitas, kondisi resitensi insulin dan diabetes melitus tipe 2.

Untuk deteksi dan pengobatannya, pemerintah sudah menyediakan tes antibodi Hepatitis C gratis untuk 140.000 orang dan pengobatan menggunakan obat terbaru untuk melawan virus DirectActingAntiviral (DAA) dengan angka kesembuhan 98 persen.